
Pemerintah Kota Pekalongan kini semakin serius memperkuat upaya penurunan stunting, bukan hanya lewat program di lapangan, tetapi juga melalui penguatan sistem datanya. Pada Jumat siang, di Ruang Buketan Setda, pemkot menggelar bimbingan teknis pelaporan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menegaskan, keberhasilan menurunkan stunting tidak cukup hanya dengan kerja lapangan seperti perbaikan gizi. Kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Menurutnya, akurasi data dan pelaporan digital menjadi fondasi penting agar setiap langkah intervensi lebih tepat sasaran, sebagaimana yang diarahkan Kementerian Dalam Negeri.
Balgis optimistis, jika pelaporan digital berjalan rapi dan terintegrasi, target penurunan stunting akan semakin realistis, bahkan diharapkan bisa mencapai zero stunting pada akhir masa jabatan Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama dirinya.
Lebih jauh, Balgis mengingatkan bahwa percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya menyasar anak-anak yang sudah teridentifikasi. Pemerintah harus memahami kondisi keluarga berisiko, secara menyeluruh mulai dari sanitasi dan ketersediaan jamban, kesehatan keluarga, aspek sosial, hingga kemampuan ekonomi dan masalah pengangguran yang dapat memicu risiko stunting.
Dengan penguatan sistem dan pemetaan data berbasis digital, Pemkot Pekalongan berharap upaya penurunan stunting bisa berjalan lebih komprehensif, tepat sasaran, dan mencapai hasil maksimal.. (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4798 |
Hits Hari ini |
: | 2904 |
Pengunjung Online |
: | 1 |