
Pemkot Pekalongan kembali menegaskan komitmennya, untuk menjaga kualitas laporan keuangan daerah. Dalam rapat koordinasi penyusunan Lapran Keiangan Pemerintah Daerah atau LKPD, Tahun Anggaran 2025, di Aula BPKAD, pada Senin, 24 November.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengingatkan, predikat Wajar Tanpa Pengecualian, bukan hanya target tahunan, tetapi standar integritas yang harus dijaga setiap perangkat daerah.
Aaf menyebut, Kota Batik termasuk daerah dengan temuan paling sedikit se-Jawa Tengah pada tahun 2024, sekitar 200 juta rupiah. Jumlah yang jauh lebih kecil dibanding temuan miliaran rupiah di daerah lain. Ia pun mengapresiasi kehati-hatian para ASN dalam menyusun laporan.
Namun, ia menekankan satu hal: keberhasilan WTP bukan kerja satu atau dua orang, melainkan hasil disiplin bersama. Ia meminta setiap perangkat daerah bekerja sesuai tupoksinya, tanpa mencari jalan pintas, Termasuk tidak menjadikan perubahan atau penghapusan data sebagai alasan untuk menunda atau menghindari penyelesaian laporan.
Dalam arahannya, Aaf juga mengingatkan tetap ada sejumlah catatan, termasuk di lingkungan Setwan. Ia mendorong seluruh unit memperkuat koordinasi, agar penyusunan LKPD tahun berikutnya rapi, akurat dan tanpa celah.
Dengan kedisiplinan dan kerjasama yang solid, Wali Kota Aaf berharap, predikat WTP bisa kembali diraih di tahun anggaran mendatang., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 4701 |
Pengunjung Online |
: | 1 |