
Upaya menjadikan Pekalongan sebagai sentra batik ramah lingkungan, kembali diperkuat melalui penandatanganan kerja sama rumah livelihood, yang digelar di Markas PMI Jetayu, Selasa 25 November. Langkah ini menjadi bagian dari dorongan ekonomi hijau di Kota Batik.
Direktur Finansial dan Operasional Kemitraan, Retno Utaira, menyebut batik ekologis memiliki peluang besar berkembang di Pekalongan. Produk ini bahkan diminati warga Jepang saat dipamerkan di Inacraft.
Ia berharap rumah livelihood bisa menjadi pusat produksi dan pelatihan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sugiyo, menambahkan program ini melanjutkan Adaptation Fund yang sudah berjalan tiga tahun. Rumah livelihood diproyeksikan menjadi pusat pemberdayaan pembatik, khususnya yang mengembangkan pewarna alam..
(Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4831 |
Hits Hari ini |
: | 1933 |
Pengunjung Online |
: | 1 |