.jpeg)
Para nelayan di wulayah Kota Pekalongan dan sekitarnya, diimbau untuk tidak melaut, saat terjadi cuaca ekstrem, hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan jiwa dan kapalnya.
Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan, Ibrahim kepada Radio Kota Batik menyampaikan, larangan melaut biasanya ditandai dengan pemasangan bendera hitam oleh petugas, di area pelabuhan.
Informasi mengenai kondisi cuaca, diperoleh dari Stasiun BMKG Meteorologi Maritim Semarang, yang secara rutin memberikan laporan dan peringatan dini. Data dari BMKG, menjadi acuan utama bagi petugas pelabuhan, dalam menentukan waktu aman dan tidak aman untuk melaut.
Menurut Ibrahim, saat cuaca ekstrem seperti angin kencang dan gelombang tinggi, kapal nelayan sangat rentan mengalami kerusakan, atau bahkan terbalik. Oleh karena itu, pihak pelabuhan terus melakukan sosialisasi kepada para nelayan, agar lebih waspada, dan tidak memaksakan diri melaut, demi keselamatan bersama.
Ibrahim berharap, para nelayan dapat lebih disiplin, dalam mengikuti imbauan dan tanda peringatan yang diberikan. Dengan begitu, diharapkan aktivitas perikanan di Kota Pekalongan, tetap berjalan lancar, tanpa mengorbankan keselamatan., (Ozy – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 4975 |
Pengunjung Online |
: | 1 |