
Sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Pekalongan, masih menghadapi sejumlah tantangan lapangan, meski prevalensinya tercatat turun dari 28,2 persen menjadi 19,6 persen.
Penyuluh KB Dinsos P2KB setempat Beni Astiani menyampaikan, salah satu kendala utama adalah, rendahnya kesiapan calon pengantin dan usia pernikahan yang belum ideal. Selain itu, tim pendamping keluarga atau TPK, juga mencatat persoalan higienitas, dan sanitasi di beberapa wilayah.
Menurut Beni Astiani, si sisi lain, pola hidup masyarakat seperti tren diet ekstrem hingga kurangnya pemahaman mengenai asupan gizi ibu hamil, menjadi tantangan tersendiri dalam pendampingan TPK.
Saat ini, terdapat 236 tim pendamping keluarga dengan total 708 personel, yang melakukan pendampingan harian mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita non-Paud.
Dengan berbagai kendala tersebut, pemerintah kota berharap edukasi berkelanjutan, perbaikan sanitasi, serta dukungan lintas sektor dapat terus diperkuat, untuk menurunkan angka stunting secara lebih signifikan., (Inez – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 6330 |
Pengunjung Online |
: | 1 |