
Pekan Batik Nusantara 2025 di Kota Pekalongan, kembali menjadi sorotan nasional. Kementerian Koperasi dan UKM RI menilai, Kota Batik kini semakin layak untuk menjadi pusat industri garmen Indonesia.
Acara PBN 2025 dibuka di Kawasan Budaya Jetayu oleh Deputi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari. Dalam sambutannya Destry menyampaikan, bahwa Pekan Batik Nusantara telah berkembang menjadi magnet ekonomi kreatif, dan memiliki potensi besar untuk menjadi jantung industri garmen nasional.
Destry menjelaskan, ekosistem kreatif di Kota Pekalongan sudah sangat lengkap. Mulai dari sumber daya manusia yang kreatif, industri batik yang kuat, hingga ketersediaan bahan baku pewarna alam.
Destry juga menambahkan, koperasi bisa menjadi penguat pemasaran UMKM. Terlebih, penyelenggaraan PBN 2025 tidak menggunakan APBD, melainkan sepenuhnya didukung APBN, BUMN dan BUMD.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, atau Aaf menjelaskan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat, sehingga PBN tahun ini tetap dapat digelar.Padahal, kegiatan ini sempat terhenti beberapa waktu lalu, setelah adanya aksi unjuk rasa yang membuat komplek Pemkot hangus terbakar pada Agustus lalu.
Wali Kota Aaf juga memperkenalkan Koperasi Merah Putih, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk meramaikan PBN 2025 yang berlangsung hingga 1 Desember, menyuguhkan pameran batik, kuliner, hingga berbagai layanan publik.
Para pengunjung terlihat antusias,Salah satunya Rahayu, warga Panjang Wetan, yang mengaku puas dengan penyelenggaraan tahun ini, yang dinilainya lebih rapi, modern, dan nyaman bagi keluarga., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 3361 |
Pengunjung Online |
: | 1 |