
Menghadapi potensi peningkatan intensitas hujan, Pemerintah Kota Pekalongan mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi banjir dan rob yang kerap melanda wilayahnya. Melalui Bidang Sumber Daya Air, sejumlah upaya dilakukan baik dari sisi sarana maupun prasarana pengendalian agar dampak bencana dapat diminimalkan dan penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Andrianto, menjelaskan bahwa kondisi geografis kota yang berupa dataran rendah dan cekungan membuat wilayah ini sangat bergantung pada sistem pompa air. Ia menegaskan bahwa tanpa pompa, genangan air sulit untuk surut dengan cepat, terutama saat curah hujan tinggi.
Saat ini, Kota Pekalongan memiliki 39 stasiun pompa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni 21 unit di Pekalongan Utara, 14 unit di Pekalongan Barat, dan 4 unit di Pekalongan Timur. Selain itu, terdapat enam stasiun pompa berukuran besar milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Untuk memperkuat respons darurat, DPUPR juga menyiapkan enam unit pompa mobile, ditambah dua unit lainnya milik BPBD yang siap digerakkan kapan saja ke lokasi terdampak.
Dengan kesiapan infrastruktur dan personel tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan berharap penanganan banjir dan rob dapat berjalan lebih efektif. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari upaya ini, terutama dalam mengurangi dampak negatif saat musim hujan tiba. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4798 |
Hits Hari ini |
: | 2903 |
Pengunjung Online |
: | 1 |