
Kota Pekalongan kembali menunjukkan jati dirinya sebagai Kota Batik Dunia. Bukan sekadar pameran budaya saja, tapi juga bukti nyata bahwa sektor ekonomi kreatif terus tumbuh dan menarik ribuan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Ya, Festival Batik Tiga Kota resmi ditutup Senin malam, bersamaan dengan berakhirnya Pekan Batik Nusantara 2025, di Kawasan Budaya Jetayu. Acara yang berlangsung sejak awal Oktober ini melibatkan kolaborasi tiga daerah penghasil batik, yakni dari Malang, Magelang dan Pekalongan.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pengrajin, pelaku UMKM, dan panitia yang telah berkontribusi menyukseskan ajang ini.
Wali Kota menegaskan, pada festival batik kali ini bukan hanya soal promosi batik saja, tetapi juga tentang menggerakkan ekonomi rakyat melalui kolaborasi dan kreativitas.
Data Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM mencatat. festival ini diikuti sekitar 15 ribu pelaku UMKM dengan total transaksi mencapai satu koma enam lima miliar rupiah.
Lebih dari tiga puluh dua ribu pengunjung hadir selama lima hari penyelenggaraan. Dengan menikmati pameran batik, workshop, lomba fashion, hingga pertunjukan budaya yang memikat generasi muda.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dindagkop UMKM, Supriono berharap, keberhasilan tahun ini menjadi pijakan bagi gelaran yang lebih besar tahun depan. Ia menilai. batik tidak hanya warisan budaya. tapi juga motor penggerak ekonomi yang mampu memperkuat identitas dan kesejahteraan masyarakat., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 3129 |
Pengunjung Online |
: | 1 |