
Peran dari lansia di Kota Pekalongan kini semakin terlihat nyata. Bukan lagi dipandang sebagai kelompok pasif, para lansia justru menunjukkan bahwa mereka masih memiliki energi dan kemampuan untuk terus berkarya.
Hal ini tercermin dari keberhasilan Program Sekolah Lansia, yang dikembangkan Pemerintah Kota Pekalongan di empat kecamatan.. Program tersebut mendapat apresiasi dari BKKBN Jawa Tengah, berkat keberhasilannya meningkatkan aktivitas dan kemandirian para peserta.
Sebanyak 153 lansia dari jenjang S1 hingga S3, telah mengikuti prosesi wisuda yang digelar di Ballroom Hotel Howard Johnson, belum lama ini. Mereka menyelesaikan berbagai pembelajaran yang berfokus pada kesehatan fisik, mental dan social.
Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Evi Nur Hikmawati mengungkapkan, wisuda ini menjadi bukti bahwa lansia tetap mampu berkontribusi, bahkan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Evi menyebutkan, Indonesia kini memasuki era penuaan penduduk, sehingga program seperti Sekolah Lansia dan Sidaya menjadi strategi penting, untuk menjaga kualitas hidup lansia dan memperkuat peran mereka dalam masyarakat.
Program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para peserta. Salah satunya, Eli Sukarjo wisudawati S3 berusia 63 tahun, yang mengaku kembali bersemangat belajar melalui berbagai kegiatan seperti yoga, senam air, dan edukasi kesehatan.
Manfaat serupa juga disampaikan Suharlin, wisudawan S1 berusia 66 tahun. Menurutnya, Sekolah Lansia membantu meningkatkan kesehatan, menambah keterampilan, sekaligus memperluas relasi sosial.
Suharlin menegaskan, melalui program ini, para lansia bukan lagi kelompok yang menunggu, tetapi generasi yang tetap berdaya dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 3206 |
Pengunjung Online |
: | 1 |