
Jelang memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Pekalongan telah mulai melakukan penataan ulang struktur organisasi perangkat daerah atau OPD. Langkah ini ditempuh untuk memastikan gerak pelayanan publik semakin cepat, dengan menyiapkan pemimpin-pemimpin baru di tingkat kepala dinas.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BKPSDM Kota Pekalongan, menggelar uji kompetensi teknis bagi para Aparatur Sipil Negara berprestasi. Uji gagasan dan wawancara berlangsung di Gedung Pusdiklat Kospin Jasa, pada 3 hingga 4 Desember 2025.
Uji kompetensi ini merupakan bagian dari manajemen talenta, untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama, sekaligus memastikan bahwa posisi strategis di pemerintahan ditempati oleh ASN yang benar-benar siap memimpin.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Radio Kota Batik menjelaskan, terdapat sepuluh kursi kepala dinas yang akan kosong mulai 1 Januari mendatang.
Sebanyak 26 ASN berkompetisi mengikuti seleksi, yang melibatkan tim penilai dari Pemprov Jawa Tengah, akademisi, dan unsur internal Pemkot.
Wali Kota Aaf menegaskan, seleksi ini tidak hanya soal mengisi kekosongan jabatan. Tetapi juga memberi ruang gerak baru bagi ASN potensial, yang selama ini terhenti kariernya pada satu tempat.
Melalui rotasi dan penempatan yang lebih tepat, mereka berpeluang memimpin dinas yang lebih sesuai dengan kompetensi dan pengalaman. Jika posisi kepala dinas sudah terisi, gerbong di bawahnya pun akan mengikuti.
Sehingga mesin pelayanan publik di Kota Pekalongan dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4962 |
Hits Hari ini |
: | 785 |
Pengunjung Online |
: | 1 |