
Upaya peningkatan angka Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) di Kota Pekalongan masih menghadapi tantangan. Hingga saat ini, capaian program tersebut baru mencapai sekitar 60 persen. Meski belum menjadi target utama, angka ini tetap dianggap sebagai langkah penting dalam pengendalian jumlah penduduk secara nasional.
Sekretaris Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina, mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang belum mengikuti program KB meskipun tidak berencana memiliki anak lagi setelah melahirkan. Ketidaksesuaian antara niat dan tindakan ini membuat tujuan pengendalian penduduk belum tercapai secara maksimal.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pekalongan, Dwi Hesti, menekankan pentingnya KB pascapersalinan untuk mencegah kehamilan dini. Ia menjelaskan bahwa rutinitas pasangan suami istri yang kembali normal setelah melahirkan dapat memicu kehamilan tanpa rencana jika KB tidak segera dilakukan. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan kehamilan bisa terjadi sebelum 40 hari atau pada bulan kedua pasca persalinan.
Dinsos P2KB dan IBI Kota Pekalongan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya KB pascapersalinan. Dengan perencanaan keluarga yang tepat, kesehatan ibu dapat lebih terjaga, jarak kelahiran bisa diatur, dan pengendalian penduduk dapat berjalan lebih efektif demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 2550 |
Pengunjung Online |
: | 1 |