
Menyediakan ribuan porsi makanan, untuk siswa sekolah setiap hari bukan pekerjaan mudah. Itulah tantangan yang kini dihadapi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Kota Pekalongan, yang menjadi tulang punggung layanan pangan bagi peserta didik.
Sanitarian Muda Dinas Kesehatan setempat, Muyasaroh mengungkapkan, banyak relawan yang terlibat di dapur SPPG, belum memiliki pengalaman menangani pesanan dalam skala besar, sehingga membutuhkan pembinaan dan pendampingan intensif.
Selain itu, ketepatan waktu pengiriman makanan ke sekolah-sekolah, menjadi tantangan harian, sehingga setiap dapur harus memiliki manajemen waktu yang disiplin.
Meski begitu, pengawasan ketat tetap dijalankan untuk menjamin keamanan pangan. Audit higiene dan sanitasi dilakukan minimal sekali sebulan, mencakup pengecekan seluruh proses produksi dan pengujian sampel air, makanan, hingga peralatan masak.
Jika hasil laboratorium masih menunjukkan adanya bakteri, proses pembersihan wajib diperbaiki segera.
Saat ini 21 SPPG telah beroperasi, dan dua SPPG baru sedang menunggu sertifikat laik higiene sanitasi. Masing-masing SPPG mampu menyiapkan hingga 3.000 porsi makanan per hari. Dinas Kesehatan juga memastikan seluruh upaya ini dilakukan agar makanan yang diterima siswa benar-benar aman, bergizi dan berkualitas., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4949 |
Hits Hari ini |
: | 92 |
Pengunjung Online |
: | 1 |