
Kampung Bugisan di kelruahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, kini memasuki babak baru perubahannya. Setelah berhasil terbebas dari banjir dan kekumuhan, warga Bugisan mulai fokus membangun kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Perjalanan panjang itu kembali ditegaskan, melalui peresmian Tugu Kampung Reforma Agraria, oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, pada 4 Desember 2025.
Tugu ini bukan hanya menjadi penanda keberhasilan penataan wilayah, tetapi simbol bahwa transformasi Bugisan belum akan berhenti di sini.
Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Joko Wiyono menjelaskan, setelah konsolidasi dan sertifikasi tanah selesai pada 2024, pendampingan berlanjut dengan berbagai kegiatan produktif.
Mulai dari penghijauan, urban farming, hingga budidaya lele, sebagai langkah meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga.
Mahasiswa KKN UIN Gusdur Pekalongan, hingga LazisMu pun ikut terlibat, untuk menguatkan UMKM dan program pemberdayaan yang akan berjalan di tahun 2026.
Dengan pendampingan berkelanjutan, Bugisan kini tumbuh sebagai kampung berdaya, yang menjadi contoh sukses reforma agraria perkotaan dan gotong royong masyarakat. Joko berharap, model pembangunan ini bisa diterapkan di kawasan lain di Kota Batik., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4800 |
Hits Hari ini |
: | 5424 |
Pengunjung Online |
: | 1 |