
Kampung Bugisan di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, kini tidak lagi dikenal sebagai kawasan langganan banjir. Setelah bertahun–tahun hidup dalam genangan, warga akhirnya bisa merasakan lingkungan yang lebih aman dan layak huni.
Perubahan besar itu dirayakan melalui peresmian Tugu Kampung Reforma Agraria, oleh Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, pada Kamis 4 Desember 2025.
Aaf menyebutkan, kisah Bugisan adalah contoh bagaimana sebuah kampung bisa bangkit, ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.
Bukan hanya soal pembangunan tanggul dan rumah pompa, tetapi tentang keberanian warga, yang rela menghibahkan sebagian tanahnya untuk pelebaran jalan dan saluran air. Langkah kecil itu, justru menjadi kunci perubahan besar.
Keberhasilan Bugisan, kini menjadi inspirasi untuk penataan wilayah lain yang juga masuk kategori kumuh dan rawan banjir. Wali Kota Aaf memastikan, penataan akan berlanjut ke Clumprit, Degayu, dan Pasirsari.
Ia juga mengingatkan, fasilitas yang sudah dibangun harus dijaga bersama, agar manfaatnya bertahan lama. Kampung Bugisan, kini bukan lagi cerita tentang banjir, melainkan contoh nyata perubahan dan gotong royong warga Kota Batik., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 4712 |
Pengunjung Online |
: | 1 |