
Gerakan optimalisasi lahan pekarangan di Kota Pekalongan, mendapat respons positif dari warga hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), setelah imbauan Wali Kota Pekalongan diterbitkan untuk mendorong pemanfaatan ruang sempit menjadi lahan produktif.
Inisiatif ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, di tengah terbatasnya lahan pertanian di wilayah kota Pekalongan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan setempat, Lili Sulistyawati menyampaikan, imbauan tersebut langsung disambut antusias masyarakat, yang terlihat dari meningkatnya permohonan bibit dan media tanam setiap bulan, baik dari kelompok masyarakat, hingga lembaga pendidikan dan OPD. Dukungan ini disebut menjadi sinyal kuat, bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya kemandirian pangan keluarga.
Lili menjelaskan, keterbatasan lahan pertanian membuat produksi pertanian lokal hanya mampu memenuhi sekitar 15 persen kebutuhan pangan masyarakat, sehingga gerakan pemanfaatan pekarangan menjadi strategi penting agar keluarga bisa menanam kebutuhan pangan dasar secara mandiri.
Lili menambahkan, untuk memenuhi tingginya permintaan, pihaknya memproduksi bibit melalui kultur jaringan, persemaian benih, hingga membeli dari pengembang lokal, meski tantangan ketersediaan anggaran dan SDM tetap dihadapi.
Lili berharap semangat masyarakat ini terus tumbuh, sehingga pemanfaatan pekarangan bisa menjadi gerakan kolektif menuju kemandirian pangan keluarga di Kota Pekalongan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 2733 |
Pengunjung Online |
: | 1 |