
RSUD Bendan Kota Pekalongan, terus mendorong efisiensi operasional dalam layanan hemodialisis, termasuk melalui pengelolaan limbah air Reverse Osmosis atau RO, yang dihasilkan dari proses penyediaan air untuk mesin cuci darah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pemanfaatan ulang air, sekaligus penghematan sumber daya di lingkungan rumah sakit .
Kepala Ruang Hemodialisis RSUD Bendan, Barzen Alisyahbana menjelaskan, ruang RO menjadi pusat suplai air untuk seluruh mesin hemodialisis yang beroperasi di rumah sakit tersebut.
Menurut Barzen, satu mesin membutuhkan sekitar 150 liter air RO, sementara di RSUD Bendan saat ini memiliki 17 mesin yang aktif digunakan setiap hari.
Barzen mengungkapkan, dari proses produksi air RO, hanya separuh dari air baku yang menjadi air siap pakai, sementara sisanya menjadi air buangan dengan volume yang cukup besar. Dalam satu kali shift, limbah air RO dapat mencapai 2.500 hingga 3.000 liter, dan jika dua shift berjalan, totalnya dapat mencapai sekitar 6.000 liter per hari .
Sebagai langkah efisiensi, RSUD Bendan memanfaatkan air buangan tersebut, untuk kebutuhan non-medis, seperti penyiraman tanaman dan pemeliharaan ikan di kolam, agar limbah tidak terbuang sia-sia dan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan rumah sakit., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 5759 |
Pengunjung Online |
: | 1 |