
Upaya pemulihan lahan pertanian eks rob di Kota Pekalongan terus menunjukkan kemajuan. Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan kini tengah mempersiapkan pengembangan padi biosalin sebagai solusi pertanian di lahan yang terdampak rob. Rencana ini akan diperkuat dengan penerapan teknologi smart farming pada tahun 2026, sebagai kelanjutan dari keberhasilan demplot biosalin yang telah menghidupkan kembali sawah di wilayah utara kota.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, mengungkapkan bahwa potensi lahan biosalin di wilayah utara mencapai 95 hingga 100 hektar. Antusiasme petani yang terus meningkat menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperkuat penyediaan bibit padi biosalin. Tantangan utama saat ini adalah memastikan ketersediaan bibit yang cukup dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan para petani.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinperpa menggandeng sejumlah pihak strategis seperti Bank Indonesia, BRMP Biogen Bogor, BRMP Jawa Tengah, serta Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan kemandirian dalam produksi bibit biosalin di Kota Pekalongan. Harapannya, bibit yang dihasilkan tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga dapat mendukung daerah lain yang memiliki kondisi lahan serupa.
Selain penguatan bibit, Dinperpa juga menyiapkan penerapan smart farming berbasis mekanisasi. Teknologi pertanian modern akan diterapkan mulai dari proses tanam hingga panen secara bertahap pada 2026. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga semangat para petani dalam mengelola lahan di tengah keterbatasan sumber daya dan anggaran daerah. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4807 |
Hits Hari ini |
: | 4131 |
Pengunjung Online |
: | 1 |