
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan kini menerapkan jadwal piket selama 24 jam penuh setiap hari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap laporan kebencanaan yang masuk dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu, BPBD juga terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana.
Komunikasi intensif juga dijalin dengan pemerintah desa yang berada di wilayah rawan bencana. Beberapa desa bahkan telah mengajukan permohonan untuk dilakukan sosialisasi kebencanaan. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Sosialisasi kebencanaan yang dilakukan BPBD bertujuan agar masyarakat tidak panik saat bencana terjadi. Melalui edukasi ini, warga diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat dan aman. Tak hanya desa, sejumlah sekolah di kawasan rawan bencana juga turut meminta pelatihan serupa untuk meningkatkan kesiapsiagaan para siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menegaskan bahwa piket penuh ini merupakan bentuk komitmen dalam mempercepat penanganan bencana. Setiap laporan yang diterima akan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim ke lokasi kejadian. Dengan sistem siaga ini, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 522 |
Pengunjung Online |
: | 1 |