
Pangan yang sehat tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi. Dua hal ini menjadi perhatian utama dalam setiap program pemenuhan pangan, termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekalongan. Pangan yang tidak memenuhi standar gizi dan keamanan berisiko menimbulkan berbagai penyakit, sehingga keduanya wajib dipenuhi secara bersamaan.
Dalam program MBG, setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan didampingi oleh seorang ahli gizi. Kehadiran ahli gizi ini sangat penting untuk merancang menu harian yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi para penerima manfaat. Mereka memastikan bahwa makanan yang disajikan mengandung nilai gizi yang lengkap dan seimbang.
Kepala Tim Kerja Seksi Kesling Kesjaor Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Maysaroh, SKM., menjelaskan bahwa menu makanan tidak dibuat seragam. Perbedaan usia dan jenjang pendidikan anak menjadi dasar dalam menentukan komposisi gizi. Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap anak mendapatkan asupan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.
Namun, Maysaroh juga menekankan bahwa keamanan pangan masih menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pengawasan terhadap proses pengolahan dan penyajian makanan dilakukan secara ketat. Langkah ini bertujuan agar makanan yang dikonsumsi benar-benar aman, sehat, dan mendukung keberhasilan program MBG secara menyeluruh. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 101 |
Pengunjung Online |
: | 1 |