
Tingkat hunian hotel di Kota Pekalongan saat ini masih berada pada level rendah. Data pelaku usaha menunjukkan, okupansi hotel hanya berkisar 40 hingga 50 persen. Angka ini jauh menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Ketua PHRI Kota Pekalongan, Trias Wahyu Arditya menjelaskan, penurunan tersebut sudah terjadi sejak 2024, dan hingga kini belum menunjukkan pemulihan berarti.
Trias kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, salah satu penyebab utamanya adalah kebijakan pemerintah pusat, yang membatasi kegiatan kementerian dan lembaga negara di hotel, sehingga berdampak langsung pada tingkat hunian.
Selain itu, Pekalongan dinilai belum kuat sebagai destinasi wisata, Mayoritas tamu hotel masih bersifat transit, bukan wisatawan yang sengaja datang untuk berlibur.
Meski berbagai hotel terus melakukan promosi, termasuk sales tour ke luar kota, hasilnya belum signifikan., Pihak PHRI pun mendorong adanya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah, untuk memperkuat promosi serta mengenalkan potensi Kota Pekalongan agar okupansi hotel kembali bergairah., ( Opik - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4948 |
Hits Hari ini |
: | 2012 |
Pengunjung Online |
: | 1 |