
Harga cabai di pasaran Kota Pekalongan, kian terasa pedas menjelang Natal dan Tahun Baru. Dalam sebulan terakhir, lonjakan harga cabai menjadi perhatian utama, meski secara umum harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif terkendali.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani Kartika kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit.
Menurut Firtia, untuk harga cabai rawit merah, yang pada bulan November masih berada di kisaran 30 ribu rupiah per kilogram, kini melonjak tajam menjadi sekitar 69 ribu rupiah per kilogram pada bulan Desember, atau naik sekitar 56 persen.
Sementara itu, harga cabai rawit hijau juga ikut meroket, dari 21 ribu rupiah menjadi 44 ribu rupiah per kilogram, atau naik sekitar 50 persen. Di sisi lain, tidak semua jenis cabai mengalami kenaikan. Cabai merah keriting terpantau masih stabil di harga 55 ribu rupiah per kilogram.
Sedangkan cabai merah besar justru mengalami penurunan sekitar 14 persen, dari sebelumnya 51 ribu rupiah per kilogram, kini turun menjadi 45 ribu rupiah. Selain cabai, komoditas bawang merah juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan, dari 42 ribu rupiah menjadi 44 ribu rupiah per kilogram, atau naik sekitar 5 persen. Sementara itu, harga daging ayam ras dan telur ayam ras hanya naik tipis sekitar 1 persen.
Fitria menambahkan, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca, Memasuki musim hujan, pasokan dari daerah sentra produksi mengalami penurunan. Di saat yang sama, menjelang libur Natal dan Tahun Baru, permintaan masyarakat meningkat, sehingga mendorong harga cabai semakin “pedas” di pasaran., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3224 |
Pengunjung Online |
: | 1 |