
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, mencatat jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Batik, mencapai 13.494 unit. Dari total tersebut, sebanyak 995 IKM, merupakan pelaku usaha baru, yang muncul sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan menyampaikan, tren peningkatan jumlah IKM terjadi setiap tahun. Hal ini menjadi indikator positif, bahwa sektor industri kecil dan menengah terus berkembang, dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Dari data yang dihimpun, sektor industri makanan menjadi yang paling dominan, dengan kontribusi sekitar 39%. Disusul oleh industri tekstil dan pakaian jadi.
Betty menambahkan, namun demikian, Dinperinaker mencatat, bahwa sebagian besar IKM di Kota Pekalongan, masih belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Hal ini menjadi perhatian serius, karena HaKI penting untuk melindungi produk, dan inovasi para pelaku usaha., (Ozy - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 118 |
Pengunjung Online |
: | 1 |