
Peningkatan mutu pendidikan di Kota Pekalongan, tak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah semata., Peran komite sekolah justru dinilai strategis, sebagai jembatan antara sekolah, orang tua dan masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion atau FGD, yang digelar Dewan Pendidikan Kota Pekalongan, pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Krakatau Hall Hotel Howard Johnson ini, membahas penguatan peran, tugas dan fungsi komite sekolah serta madrasah, dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan setempat, Suryani menyampaikan, selama ini keberadaan komite sekolah kerap berada di posisi abu-abu, antara dianggap penting namun sering terabaikan.
Melalui FGD ini, Dewan Pendidikan ingin mendorong komite sekolah agar lebih berdaya, professional, serta mampu menghadirkan kreativitas dan inovasi, dalam mendukung kebutuhan pendidikan.
Suryani menjelaskan, tidak sedikit kebutuhan sekolah yang bersifat mendesak namun belum terjangkau anggaran. Kondisi tersebut sering membuat komite sekolah mencari dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk wali murid. Namun sumbangan harus bersifat sukarela, tanpa penentuan nominal, tanpa sanksi, dan tidak boleh berubah menjadi pungutan.
Lebih lanjut, Suryani menambahkan, seluruh proses penggalangan dukungan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pengawasan berada di tangan wali murid melalui mekanisme proposal, musyawarah, kesepakatan bersama, hingga pertanggungjawaban terbuka., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4895 |
Hits Hari ini |
: | 6102 |
Pengunjung Online |
: | 1 |