
Meningkatnya kasus bunuh diri di Kota Pekalongan, sepanjang tahun 2025 menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah daerah. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menilai fenomena ini sebagai alarm penting, terhadap kondisi kesehatan mental masyarakat yang tak boleh diabaikan.
Wali Kota Aaf mengungkapkan, sepanjang tahun ini tercatat tiga kasus bunuh diri, dalam waktu yang relatif berdekatan. Kondisi tersebut, perlu menjadi evaluasi bersama seluruh pihak.
Aaf menyebutkan, sejumlah faktor diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut, mulai dari tekanan psikologis hingga gangguan kejiwaan, yang tidak tertangani. Karena itu pihaknya menekankan pentingnya peran Lurah dan Camat untuk lebih mengenali kondisi warganya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot akan memperkuat pendataan warga yang membutuhkan perhatian khusus melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik. Pendataan ini tidak hanya mencakup aspek sosial ekonomi saja, tetapi juga kondisi kesehatan, termasuk kesehatan mental, agar penanganan bisa dilakukan lebih dini.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan jiwa yang tersedia. Pemerintah memastikan, layanan tersebut dapat diakses di berbagai rumah sakit dengan jaminan pembiayaan melalui UHC dan BPJS Kesehatan., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3202 |
Pengunjung Online |
: | 1 |