
Memasuki puncak musim hujan pada Desember 2025, sejumlah usaha laundry di Kota Pekalongan mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Masyarakat yang kesulitan menjemur pakaian akibat cuaca lembap dan hujan terus-menerus, memilih menggunakan jasa laundry untuk mencuci pakaian mereka. Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha di sektor tersebut.
Yeli Tri Lestari, salah satu pemilik usaha laundry di Pekalongan, menyebut musim hujan seperti ini ibarat masa panen. Ia mengungkapkan bahwa volume cucian meningkat sekitar 30 persen dibanding hari biasa. Jika biasanya hanya menerima sekitar 60 kilogram cucian per hari, kini jumlahnya bisa menembus lebih dari 100 kilogram sejak pertengahan Desember.
Tak hanya layanan cuci, jasa setrika di tempat Yeli juga mengalami peningkatan tajam hingga sempat kewalahan menerima pesanan. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian, yakni sekitar dua hari kerja. Khusus untuk cucian seperti badcover, waktu pengerjaan bisa lebih lama karena proses pengeringan yang memerlukan perhatian ekstra.
Selain pakaian, layanan soft cleaning untuk sepatu dan tas sekolah juga ikut naik. Momen libur sekolah dimanfaatkan para orang tua untuk membersihkan perlengkapan anak-anak mereka sebelum kembali ke sekolah. Fenomena ini menunjukkan bahwa musim hujan, yang sering dianggap menyulitkan, justru membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku laundry di Pekalongan. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 2 |
Total Pengunjung |
: | 4925 |
Hits Hari ini |
: | 1898 |
Pengunjung Online |
: | 2 |