
Indeks Ketahanan Pangan di Kota Pekalongan terakhir tercatat mencapai angka 78,27. Capaian ini menempatkan Kota Batik dalam kategori Sangat Tahan Pangan, sekaligus menunjukkan hasil positif dari berbagai upaya penguatan sektor pertanian, dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setempat, Lili Sulistyawati mengatakan, peningkatan indeks ketahanan pangan tidak lepas, dari kontribusi produksi tanaman pangan, khususnya padi, serta pemanfaatan pekarangan secara masif oleh masyarakat.
Lili menjelaskan, di tengah keterbatasan lahan sawah yang hanya sekitar 721 hektare, produktivitas pertanian justru menunjukkan tren meningkat. Luas panen padi mencapai lebih dari 1.400 hektare, dengan total produksi menembus lebih dari 10.200 ton per Desember 2025.
Lili menambahkan, semangat petani juga didorong oleh dukungan program nasional, seperti kenaikan harga gabah kering panen, serta penurunan harga pupuk yang signifikan. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3188 |
Pengunjung Online |
: | 1 |