
Upaya untuk memulihkan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi terus dilakukan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan atau KPH Pekalongan Timur. Sepanjang tahun 2025 ini, Perhutani menargetkan penanaman sebanyak dua ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus batang pohon, di tujuh wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan.
Program penanaman ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat sekitar hutan. Jenis tanaman yang dipilih merupakan kombinasi tanaman kehutanan bernilai ekonomi dan tanaman serbaguna seperti pinus dan jati, serta tanaman buah dan rempah seperti durian dan salam.
Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono menyampaikan, penanaman ratusan ribu pohon ini merupakan bagian dari komitmen membangun hutan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Sugeng, penanaman ini adalah investasi jangka panjang, dengan Jati dan pinus disiapkan sebagai penopang ekonomi kehutanan ke depan, sementara durian dan salam menjadi sumber kesejahteraan langsung bagi masyarakat desa hutan. Kelestarian dan ekonomi harus berjalan beriringan.
Pihak Perhutani menilai, program penanaman ini berdampak luas. Selain meningkatkan tutupan hijau dan menjaga daerah aliran sungai. kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui hasil hutan kayu dan nonkayu. Ke depan, sinergi Perhutani dan LMDH diharapkan mampu menciptakan hutan yang lestari, produktif, dan menyejahterakan masyarakat., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4800 |
Hits Hari ini |
: | 3215 |
Pengunjung Online |
: | 1 |