
Kondisi ketenagakerjaan di Kota Batik, menunjukkan sinyal yang semakin membaik. Data terbaru mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kota Pekalongan, pada Agustus 2025 berada di angka empat koma delapan tiga persen. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang masih mencapai empat koma sembilan satu persen.
Penurunan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil masuk ke dunia kerja. Pemerintah daerah menilai, tren positif ini tidak lepas dari meningkatnya aktivitas ekonomi dan terbukanya peluang kerja baru di berbagai sector.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat, Betty Dahfiani Dahlan mengungkapkan, masuknya investasi ke daerah turut memberi kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Setiap investasi yang hadir dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat local.
Menurut Betty, meningkatnya investasi membuka peluang kerja baru, sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa terserap ke dunia kerja.
Selain faktor investasi, pemerintah juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, melalui berbagai program pelatihan kerja. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pencari kerja agar lebih siap menghadapi kebutuhan industry.
Pemkot Pekalongan berharap, penurunan angka pengangguran ini dapat terus berlanjut seiring penguatan iklim usaha dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. sehingga pertumbuhan ekonomi daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 2196 |
Pengunjung Online |
: | 1 |