
Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan parenting dan pendidikan seks sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua siswa PAUD dan Paket A Inklusi, peserta didik Paket B dan C, serta pendidik dan pendamping belajar yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Kepala SKB Kota Pekalongan, Bonari, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya anggapan di masyarakat bahwa pendidikan seks adalah hal tabu untuk dibicarakan, baik di rumah maupun di sekolah. Padahal, anak-anak termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan, informasi keliru, dan perlakuan yang tidak aman.
Dalam kegiatan ini, orang tua siswa PAUD dan Paket A Inklusi dibekali pemahaman dasar tentang cara mengenalkan pendidikan seks sejak dini secara sederhana, aman, dan bermartabat. Kegiatan ini juga menekankan bahwa ABK bukanlah penyakit, melainkan individu utuh yang memiliki hak atas tubuhnya, rasa aman, dan penghargaan. Sementara itu, untuk peserta didik Paket B dan C, materi difokuskan pada pengenalan perubahan diri, batasan tubuh, dan tanggung jawab dalam bersikap.
Bonari menambahkan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Nur Agustina dari HIMPSI yang ahli dalam psikologi anak dan keluarga, serta Endah Wulandari dari DPMPPA yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap kegiatan ini dapat membuat orang tua lebih percaya diri membicarakan pendidikan seks, peserta didik memperoleh pemahaman yang benar, dan seluruh anak dapat tumbuh dengan rasa aman terhadap tubuh dan dirinya sendiri. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4959 |
Hits Hari ini |
: | 3459 |
Pengunjung Online |
: | 1 |