
Memasuki usia lebih dari satu abad ormas Islam Nahdlatul Ulama, dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat peran keumatan, dan kebangsaan di tengah dinamika zaman.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan, menggelar Apel Hari Lahir NU ke-103 Hijriyah atau 100 Tahun Miladiyah. Kegiatan berlangsung di halaman Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Senin 5 Januari 2026.
Apel dipimpin langsung Ketua PCNU setempat, Mochamad Machrus Abdullah. Dalam amanatnya, Machrus mengajak seluruh warga Nahdliyin menjadikan harlah sebagai ruang refleksi atas perjalanan panjang NU.
Menurut Mahrus, NU telah melewati berbagai fase peran. Mulai dari organisasi sosial keagamaan, pernah terlibat dalam dunia politik, hingga kembali ke khittah sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah. Seluruh fase tersebut dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab NU terhadap agama dan bangsa.
Machrus mengungkapkan, tanggung jawab keagamaan NU diwujudkan melalui dakwah Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah. Dakwah ini berlandaskan nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, sebagai prinsip utama dalam amar ma’ruf nahi munkar.
Di sisi lain, NU juga memikul tanggung jawab kebangsaan. Yakni menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai konsensus nasional yang final dan tidak dapat ditawar.
Machrus menambahkan, dengan semangat keikhlasan dan kesadaran berkhidmat, NU diharapkan semakin solid dalam menjawab tantangan zaman. Serta terus hadir memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 79 |
Pengunjung Online |
: | 1 |