
Rentetan bencana sepanjang tahun 2025, menjadi pelajaran penting bagi Kabupaten Pekalongan. Sedikitnya 11 kecamatan dan 35 desa terdampak berbagai kejadian bencana.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan kini mengubah pendekatan. Tak lagi hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, namun memperkuat antisipasi sejak dari tingkat bawah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto menyampaikan, saat ini BPBD tengah membentuk Kecamatan Tangguh Bencana atau KENCANA. serta Desa Tangguh Bencana atau DISTANA.
Melalui KENCANA dan DISTANA, masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi ancaman bencana di wilayahnya sendiri. Mulai dari banjir, longsor, hingga angin kencang.
Dengan pemahaman tersebut, warga dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada. baik personel, peralatan, logistik, maupun dukungan penganggaran. sehingga dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.
Tak hanya membangun sistem, Badan Penangulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Pekalongan juga memperkuat edukasi dan simulasi kebencanaan.
Pada bulan Desember lalu, BPBD menerima lebih dari 10 permintaan sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana. Permintaan datang dari berbagai kalangan. mulai dari kelompok ibu-ibu hingga pelajar, yang ingin dibekali keterampilan dasar penanganan bencana.
BPBD menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci, karena bencana bisa datang kapan saja. namun dampaknya bisa diminimalisir jika warga siap sejak awal., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4801 |
Hits Hari ini |
: | 3294 |
Pengunjung Online |
: | 1 |