
Menghadapi meningkatnya intensitas curah hujan di awal tahun 2026, ancaman bencana alam mulai diantisipasi sejak dini. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Pekalongan Timur melalui BKPH Karanganyar mengambil langkah proaktif.
Dengan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama Polsek Karanganyar. Langkah ini difokuskan pada pemetaan titik-titik rawan bencana di kawasan hutan. Mulai dari potensi tanah longsor hingga pohon tumbang. Ancaman yang tidak hanya membahayakan warga desa hutan, tetapi juga pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.
Asisten Perhutani BKPH Karanganyar, Catur Tovix Mardiayanto menjelaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun sistem deteksi dini atau early warning system yang efektif.
Tak hanya mengandalkan patroli rutin, kerja sama ini juga menyasar edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat. Termasuk warga desa hutan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan atau LMDH.
Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan ketika hujan deras disertai angin kencang. Pihak Perhutani menegaskan, mitigasi bencana tidak bisa menunggu kejadian. Karena keselamatan warga bergantung pada kesiapsiagaan sebelum bencana datang., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4921 |
Hits Hari ini |
: | 2646 |
Pengunjung Online |
: | 1 |