Persoalan sampah di Kota Pekalongan kian mendesak, Pemerintah Kota pun tak lagi bisa berjalan sendiri. Sehingga membuka peluang kolaborasi, dengan pemerintah provinsi dan investor swasta. Bahkan, sejumlah investor dari luar negeri telah menyatakan ketertarikannya, dengan menawarkan berbagai teknologi pengolahan sampah.
Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan, penanganan sampah membutuhkan sinergi lintas sektor. Sebab tanpa dukungan investasi dan teknologi, persoalan sampah akan sulit dituntaskan secara cepat.
Namun di balik peluang besar tersebut, Pemkot memilih tetap berhati-hati. Khususnya dalam menjalin kerja sama dengan investor asing, yang memerlukan kajian matang dan proses panjang, agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Wali Kota Aaf menambahkan, hingga saat ini pengelolaan sampah di Kota Pekalongan baru mencapai 50 hingga 60 persen. Pemkot menargetkan, angka tersebut dapat didorong hingga 80 persen.
Target itu diupayakan melalui optimalisasi TPS-3R, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Pemkot menegaskan, percepatan penanganan sampah bukan sekadar urusan kebersihan. Tetapi menyangkut kesehatan lingkungan dan masa depan kota., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4921 |
Hits Hari ini |
: | 608 |
Pengunjung Online |
: | 1 |