Di awal tahun 2026, stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Pekalongan memang masih tersedia. Namun, lampu kuning mulai menyala untuk beberapa golongan darah.
Petugas P2D2S UDD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi menyebutkan, golongan darah A dan AB saat ini berada pada level kurang aman. Terutama untuk komponen trombosit, yang memiliki masa simpan paling singkat.
Berdasarkan data UDD PMI, stok Whole Blood golongan A hanya 7 kantong dan AB 11 kantong. Sementara untuk Packed Red Cells, golongan A tersedia 12 kantong dan AB 11 kantong.
Sedangkan trombosit, yang paling krusial dalam kondisi darurat, golongan A hanya 3 kantong dan AB 2 kantong. Kondisi ini membuat PMI harus meningkatkan kewaspadaan, karena jika terjadi lonjakan permintaan secara tiba-tiba, layanan transfusi berpotensi terganggu.
Fahmi menegaskan, stok golongan darah A dan AB saat ini belum berada pada level aman. PMI pun mengajak warga dengan golongan darah tersebut, untuk segera mendonorkan darahnya.
Sebagai langkah antisipasi, PMI membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat. Baik melalui donor langsung di UDD PMI, maupun melalui kegiatan donor darah keliling.
PMI memastikan, seluruh proses donor darah dilakukan sesuai standar pelayanan nasional. Dengan pengawasan tenaga medis profesional serta prosedur keselamatan ketat, demi menjamin keamanan pendonor dan kualitas darah.
PMI berharap, dengan meningkatnya partisipasi masyarakat. ketersediaan darah golongan A dan AB dapat segera kembali mencukupi. Sehingga pelayanan transfusi darah bagi masyarakat Kota Pekalongan tetap berjalan optimal., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 906 |
Pengunjung Online |
: | 1 |