
Tak butuh waktu lama setelah tanggul jebol,BPBD Kota Pekalongan, langsung bergerak cepat. Perbaikan tanggul Sungai Bremi di RW 12 Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton tersebut ditangani secara darurat, Penanganan dilakukan lintas instansi, untuk menahan meluasnya dampak banjir. pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat, Budi Suheryanto kepada Radio Kota Batik menjelaskan, penanganan tanggul jebol sepanjang sekitar 35 meter, sudah dimulai sejak pagi hari.
Sejumlah pejabat langsung turun ke lokasi, mulai dari Dandim 0710 Pekalongan, Camat Pekalongan Utara, Lurah Padukuhan Kraton,hingga Kapolsek Pekalongan Utara. Kehadiran mereka memastikan penanganan banjir bisa berjalan cepat dan terkoordinasi.
BPBD bersama DPUPR Kota Pekalongan dan Dinas PU Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, telah menyiapkan 9 ribu sandbag, dolken, dan trucuk. untuk menutup dan memperkuat tanggul yang jebol.
Meski membutuhkan banyak tenaga di lapangan, penanganan darurat terus dikebut.demi mencegah air kembali meluap ke permukiman warga.
Selain penanganan fisik, Pemerintah Kota Pekalongan juga menyiapkan dapur umum. yang berlokasi di Kelurahan Padukuhan Kraton, Sementara lokasi pengungsian sementara disiapkan di SD Negeri Pabean.
Budi berharap, langkah cepat ini mampu menekan jumlah warga yang harus mengungsi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 30 warga mengungsi, karena rumah mereka berada dekat dengan lokasi tanggul jebol.
Pendataan dampak masih terus dilakukan oleh pihak kelurahan, Penanganan darurat terus berlanjut, karena di tengah cuaca yang belum stabil, setiap menit menjadi penentu keselamatan warga., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4948 |
Hits Hari ini |
: | 2441 |
Pengunjung Online |
: | 1 |