
Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan, kini tancap gas memanfaatkan big data, Langkah ini diambil untuk mempercepat penyediaan statistik ekonomi dan sosial. Agar keputusan pemerintah bisa diambil lebih cepat dan berbasis bukti.
Tak lagi hanya mengandalkan sensus dan survei, BPS mulai melengkapi data dari jejak digital masyarakat. mulai dari data seluler, media sosial, hingga transaksi perdagangan online. Dari sumber ini, BPS bisa membaca fenomena hampir secara real-time, termasuk mobilitas penduduk dan dinamika sosial.
Fungsional Pranata Komputer Ahli Muda BPS setempat, Iqbal menjelaskan, big data bukan menggantikan survei, tetapi mengisi celah informasi, yang selama ini sulit ditangkap dengan kuesioner.
Keunggulan utama big data, terletak pada detail dan kedalaman informasi, bahkan mampu membaca sentimen publik. Lewat analisis media sosial, BPS bisa memetakan kebahagiaan, kekhawatiran, hingga respons masyarakat, tanpa harus bertanya secara langsung.
Dengan cara ini, data dinilai lebih jujur,karena masyarakat kini lebih terbuka mengekspresikan perasaan di ruang digital. BPS menegaskan, di era digital, statistik bukan lagi soal menunggu, melainkan membaca perubahan saat itu juga., (Opik – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 674 |
Pengunjung Online |
: | 1 |