
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyoroti makin menipisnya sumber daya manusia perajin batik di Kota Pekalongan. Kondisi ini dinilai menjadi ancaman serius, bagi keberlangsungan batik sebagai warisan budaya sekaligus identitas kota.
Inggit menyebutkan, saat ini dibutuhkan kebijakan khusus untuk mendorong regenerasi perajin, karena pelestarian batik tulis, batik cap, hingga batik kombinasi tulis-cap, tengah menghadapi tantangan besar di tengah maraknya batik print yang serba instan.
Menurutnya, tantangan utama terletak pada rendahnya minat generasi Z, untuk menekuni profesi perajin. Ketertarikan Gen Z yang lekat dengan dunia digital dan serba instan, dinilai berseberangan dengan proses membatik yang menuntut ketelatenan dan kesabaran.
Inggit menegaskan, menanamkan kecintaan Gen Z terhadap batik, menjadi pekerjaan rumah bersama. Di sisi lain, Inggit melihat peluang dari pesatnya perkembangan batik, salah satunya melalui pengembangan desain batik berbasis kecerdasan buatan atau AI, yang dapat menjadi pintu masuk generasi muda mengenal dan mencintai batik., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4800 |
Hits Hari ini |
: | 5420 |
Pengunjung Online |
: | 1 |