.jpeg)
Pengumuman swasembada pangan nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Siaran Langsung Panen Raya Nasional pada Rabu, 7 Januari 2026, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pelaku pertanian di daerah. Salah satu apresiasi datang dari para penyuluh pertanian yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
Lazim Sofi, Penyuluh Pertanian Kecamatan Pekalongan Utara, menyebut capaian swasembada pangan ini sebagai momen bersejarah, mengingat terakhir kali Indonesia mencapainya pada tahun 1984. Ia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras panjang yang melibatkan petani, penyuluh, serta dukungan kebijakan dari Kementerian Pertanian hingga pemerintah daerah.
Di Kota Pekalongan, meski wilayahnya relatif kecil, sektor pertanian terus diperkuat. Lazim menjelaskan bahwa salah satu langkah nyata adalah penambahan luas areal tanam setelah pembangunan tanggul pengendali rob. Wilayah Krapyak dan Degayu menjadi contoh, di mana sekitar 50 hektare lahan yang sebelumnya terdampak rob telah kembali ditanami padi pada 2025 dan ditargetkan bertambah pada tahun ini.
Lazim juga menekankan bahwa tantangan ke depan bagi penyuluh semakin besar. Mereka harus memastikan keberlanjutan swasembada pangan di tengah arus modernisasi dan keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia berharap semangat kolaborasi dan dukungan kebijakan terus diperkuat agar ketahanan pangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4891 |
Hits Hari ini |
: | 2251 |
Pengunjung Online |
: | 1 |