
Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Pekalongan kini tengah bersiap, untuk menggelar Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini menjadi langkah penting, untuk memetakan struktur dan kinerja ekonomi nasional secara menyeluruh.
Seluruh pelaku usaha akan didata, mulai dari usaha mikro seperti warung kecil, sektor informal, hingga perusahaan besar. Tak hanya itu, usaha berbasis digital, termasuk toko online dan kreator konten, juga masuk dalam pendataan.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung Mei hingga Juli. Pada bulan Mei, BPS akan mengirimkan email kepada pelaku usaha yang telah terdaftar. Selanjutnya, pada Juni hingga Juli, petugas BPS akan turun langsung melakukan pendataan door to door ke seluruh pelaku usaha.
Hal tersebut disampaikan oleh Iqbal, Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kota Pekalongan, dalam wawancara bersama Radio Kota Batik.
Menurut Iqbal, sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran riil, kondisi dunia usaha di Indonesia. Data yang dihimpun akan menjadi dasar penting, dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berbasis fakta.
Sebagai persiapan awal, BPS telah melakukan sosialisasi, penyiapan petugas sensus, master wilayah, serta penyusunan database usaha dari berbagai sumber. Salah satunya memanfaatkan big data, untuk menyusun daftar sementara pelaku usaha di Kota Pekalongan., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 4452 |
Pengunjung Online |
: | 1 |