Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Pekalongan. Kondisi tersebut mendorong Mahasiswa Pecinta Alam Jaesta Wanasia Universitas Pekalongan, untuk mengambil peran aktif melalui kegiatan edukasi lingkungan.
Ketua Umum Mapala Jaesta Wanasia Universitas Pekalongan, Riandini Astrit Ananda menjelaskan, persoalan sampah tidak hanya terlihat dari penumpukan di jalanan, tetapi juga dari perilaku membuang sampah sembarangan, terutama setelah penutupan TPA Degayu.
Menurut Astrid, persoalan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa.Sebagai organisasi pecinta alam, Mapala Jaesta Wanasia memandang edukasi sebagai langkah awal membangun perubahan.
Workshop pengelolaan sampah yang digelar menjadi sarana menyampaikan pemahaman bahwa sampah harus dikelola dengan benar, mulai dari sumbernya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi organisasi untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Astrid menegaskan, meskipun langkah yang dilakukan masih berskala kecil, pihaknya berharap dampaknya dapat meluas dan memicu kesadaran bersama. Astrid berkomitmen menjadikan isu lingkungan sebagai gerakan berkelanjutan, demi terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih baik., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4801 |
Hits Hari ini |
: | 754 |
Pengunjung Online |
: | 1 |