
Modernisasi pertanian menjadi fokus utama pendampingan penyuluh dalam menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian. Penggunaan alat dan teknologi pertanian dinilai, sebagai solusi untuk menjaga produktivitas, sekaligus menekan biaya produksi petani.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Pekalongan Utara, Lazim Sofi menyebutkan, salah satu persoalan yang kini dihadapi petani, adalah sulitnya mencari tenaga tanam atau buruh tandur. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian mulai mendorong pemanfaatan alat tanam modern seperti rice transplanter, serta penggunaan drone untuk pemupukan dan pengendalian hama.
Menurut Lazim, di Kota Pekalongan, dukungan modernisasi mulai dirasakan dengan adanya dua unit drone pertanian yang dapat digunakan kelompok tani. Teknologi ini dinilai mampu meringankan beban kerja petani sekaligus mengurangi biaya operasional. Selain itu, penerapan mekanisasi diharapkan dapat mempercepat proses tanam, sehingga tidak terkendala musim.
Lazim menambahkan, modernisasi pertanian juga berperan membuka ruang regenerasi petani. Dengan pendapatan yang lebih menjanjikan, termasuk kenaikan harga gabah, mulai muncul ketertarikan dari generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Lazim berharap, ekosistem pertanian yang efisien dan menguntungkan, dapat menumbuhkan petani-petani muda sebagai penopang keberlanjutan pangan di masa depan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4864 |
Hits Hari ini |
: | 374 |
Pengunjung Online |
: | 1 |