
Pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025, mencatatkan sinyal optimisme yang kuat. Dimana Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG, beberapa kali menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan sempat menembus level 8.800, capaian ini menjadi penanda menguatnya kepercayaan investor terhadap fundamental pasar modal nasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah I, Fanny Rifqi El Fuad menjelaskan, tahun 2025 sebagai periode yang cukup positif.
Fanyy kepada Radio Kota Batik mengungkapkan, penguatan IHSG bukan terjadi secara kebetulan, melainkan ditopang kinerja fundamental dan sentimen pasar yang membaik.
Kepercayaan itu juga tercermin dari pergerakan investor asing, hal ini terlihat Sejak 2 Januari, investor asing mulai mencatatkan net buy atau pembelian bersih. Nilainya bahkan sudah mencapai sekitar Rp3 triliun.
Situasi ini menandakan arus modal kembali masuk dan memperkuat likuiditas bursa, tak hanya investor asing, investor domestik juga menunjukkan lonjakan signifikan. Jumlah investor pasar modal Indonesia kini, tercatat menembus lebih dari 20 juta. Bahkan, ada ratusan ribu investor baru masuk, hanya dalam waktu singkat di awal tahun.
Fenomena ini menandai perubahan penting, pasar modal tak lagi eksklusif, melainkan semakin dekat dengan masyarakat. Melihat tren tersebut, Fanny optimistis pertumbuhan pasar modal akan berlanjut pada 2026.Terutama dari sisi jumlah investor.
Dorongan ini diperkuat oleh edukasi berkelanjutan melalui Sekolah Pasar Moda, dan keberadaan galeri pasar modal di berbagai perguruan tinggi.
Pasar modal Indonesia pun tak hanya tumbuh dari angka indeks, namun juga dari kesadaran publik, bahwa investasi menjadi bagian dari masa depan ekonomi., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4800 |
Hits Hari ini |
: | 5419 |
Pengunjung Online |
: | 1 |