
Aktivitas layanan publik di Kota Pekalongan, sepanjang tahun 2025 kian padat. Fakta itu tercermin dari capaian retribusi daerah, yang justru menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah.
Dari target retribusi daerah sebesar Rp141,94 miliar, realisasi menembus Rp145, 35 miliar, atau 102, 40 persen. Seluruh jenis retribusi tercatat memenuhi target, menandakan layanan publik berjalan intensif dan dimanfaatkan luas oleh masyarakat.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah setempat, Cayekti Widigdo mengungkapkan, retribusi jasa umum menjadi penyumbang terbesar. Kontribusi paling dominan datang dari sektor layanan kesehatan, seiring tingginya pemanfaatan fasilitas kesehatan milik daerah.
Selain jasa umum, retribusi jasa usaha juga memberi sumbangan signifikan. Pendapatan diperoleh dari pemanfaatan aset daerah, operasional terminal, Tempat Pelelangan Ikan, hingga parkir khusus.
Menurut Cayekti, pada sektor-sektor ini menunjukkan bahwa aset publik, yang dikelola dengan baik, mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Tingginya realisasi retribusi bukan hanya soal pemasukan, tetapi juga menjadi penanda bahwa layanan publik benar-benar digunakan, dan aset daerah bekerja untuk masyarakat.
Ke depan, tantangan pemerintah daerah adalah memastikan peningkatan pendapatan ini sejalan dengan mutu layanan. Karena bagi warga, retribusi yang dibayar harus berbanding lurus dengan layanan yang dirasakan., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 6354 |
Pengunjung Online |
: | 1 |