
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama, Pemkot Pekalongan sepanjang tahun 2025. Bukan sekadar membangun, tetapi menjawab persoalan riil yang dihadapi warga sehari-hari.
PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekalongan, Andriyanto menjelaskan, sejumlah ruas jalan strategis telah direkonstruksi, di antaranya Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Diponegoro. Sementara peningkatan Jalan Parkit dan Jalan Merpati kini sudah rampung, dan kembali sudah digunakan masyarakat.
Tak hanya jalan, sektor Cipta Karya juga menyasar kebutuhan dasar warga. Pada tahun 2025, DPUPR bersama Dinas Perumahan dan Permukiman setempat, membantu pembangunan sistem penyediaan air minum dan pengolahan air limbah di Kampung Clumrit, Kelurahan Degayu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Menjawab kondisi darurat sampah, DPUPR telah membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle atau TPS Tiga R. Fasilitas ini dibangun di Kelurahan Padukuhan Kraton dan Panjang Baru. Lengkap dengan mesin pengolah sampah, dan kini sudah bisa beroperasi. Artinya, sampah tak lagi hanya dipindahkan, tapi mulai diolah di sumbernya.
Menurut Andriyanto, pada bidang sumber daya air, telah melakukan penanganan drainase di Perumahan Gama Permai dan Kampung Baru, Kelurahan Tirto, yang mulai menunjukkan hasil. Genangan air saat banjir kini berkurang.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, normalisasi Kali Bremi masih menjadi pekerjaan besar. Pemerintah Kota berharap, penanganannya dapat dilakukan pada tahun 2026 atau 2027 oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pamali Juana.
Pembangunan infrastruktur 2025 pun bukan akhir cerita, melainkan fondasi awal, agar Kota Pekalongan lebih tangguh menghadapi banjir, sampah, dan tekanan perkotaan lainnya., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4952 |
Hits Hari ini |
: | 1214 |
Pengunjung Online |
: | 1 |