
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Pekalongan, mengalokasikan anggaran kebencanaan sekitar Rp1,2 miliar pada tahun 2026. Anggaran ini disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah, dalam menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD setempat,Agus Pranoto menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk tiga tahapan utama penanggulangan bencana, yakni pencegahan, kedaruratan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
MEnurut Agus Pranoto, pada tahap pencegahan, anggaran dialokasikan untuk sosialisasi, edukasi, pelatihan kebencanaan, serta penguatan desa dan kecamatan tangguh bencana.
Pada tahap kedaruratan, anggaran digunakan untuk respon cepat di lapangan, meliputi penyediaan logistik dan material pendukung. Sementara tahap rehabilitasi dan rekonstruksi difokuskan pada pendataan dampak bencana, serta penyusunan kajian sebagai dasar penanganan lanjutan.
Agus mengimbau, agar masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi longsor di wilayah pegunungan dan rob di kawasan pesisir. Masyarakat diminta untuk memperhatikan tanda-tanda awal bencana, memanfaatkan sistem peringatan dini, serta menyiapkan jalur evakuasi.
Agus juga turut mendorong kolaborasi dengan dinas teknis dan masyarakat, untuk menjaga drainase, agar dampak bencana dapat diminimalisir., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4947 |
Hits Hari ini |
: | 2340 |
Pengunjung Online |
: | 1 |