
Pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025, tak hanya mencatat pertumbuhan indeks. Namun juga perubahan arah minat dan cara berpikir investor.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah Satu, Fanny Rifqi El Fuad mengungkapkan, secara kinerja sektoral year to date, sektor teknologi mencatat lonjakan tertinggi, dengan pertumbuhan menembus 160 persen.
Disusul sektor properti, basic material, infrastruktur, dan energi, yang masing-masing masih tumbuh di atas 50 persen. Kondisi ini menunjukkan pembalikan arah yang cukup kuat.
Jika pada 2024 sektor kesehatan dan energy, masih menjadi penopang utama, namun di 2025, teknologi dan sektor-sektor berbasis pembangunan justru tampil dominan. Sinyal bahwa pasar mulai merespons prospek jangka menengah dan panjang.
Di sisi lain, instrumen berisiko lebih rendah seperti reksa dana dan obligasi negara tetap menjadi pilihan utama. Terutama bagi investor yang mengutamakan stabilitas. Kombinasi ini memperlihatkan pasar yang semakin berimbang, antara keberanian mengambil peluang dan kehati-hatian mengelola risiko.
Menurut Fanny, perubahan paling mencolok justru terlihat dari perilaku investor, Investor kini dinilai semakin cerdas.Tak lagi sekadar FOMO atau ikut-ikutan. Namun investor mulai aktif menganalisis data, mencermati kinerja emiten, serta menempatkan investasi sebagai strategi jangka panjang.
Perubahan pola pikir ini tak lepas dari masifnya edukasi pasar modal.Melalui Sekolah Pasar Modal, calon investor dibekali literasi yang kuat, termasuk mitigasi risiko sebelum terjun berinvestasi.
Tujuannya, agar investor tak hanya mengejar untung, tetapi juga mampu mengelola risiko secara rasional. Pasar modal pun bergerak ke fase baru, bukan lagi sekadar euporia saja, dimana arena investasi ditopang oleh pengetahuan dan kedewasaan pelaku pasar., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3534 |
Pengunjung Online |
: | 1 |