
Museum Batik Kota Pekalongan, kian membuktikan diri bukan hanya sebagai penjaga warisan budaya. Sepanjang tahun 2025, museum ini menjelma menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata edukasi.
Peningkatan kunjungan wisata berdampak langsung pada pendapatan asli daerah atau PAD. Target yang ditetapkan Pemerintah Kota Pekalongan tak hanya tercapai, tetapi terlampaui hingga sekitar 104 persen.
Kepala Museum Batik Kota Pekalongan, Nurhayati menjelaskan, sepanjang 2025, tercatat jumlah pengunjung mendekati 51 ribu orang. Angka ini jauh melampaui target awal, yang hanya berada di kisaran 29 hingga 30 ribu pengunjung saja.
Menurut Nurhayati, lonjakan tersebut menegaskan peran Museum Batik, sebagai simpul ekonomi kreatif. Tak sekadar ruang edukasi, tetapi juga pemantik perputaran ekonomi sektor pendukung wisata.
Didominasi pelajar dan rombongan edukasi, membuat posisi Museum Batik Pekalongan semakin kuat sebagai pusat pembelajaran budaya. Ke depan, museum diharapkan memberi dampak berkelanjutan. Mulai dari pengrajin batik, pelaku UMKM, hingga sektor wisata Kota Pekalongan., (Anto – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4840 |
Hits Hari ini |
: | 663 |
Pengunjung Online |
: | 1 |