
Panen perdana jagung digelar di lahan tidur Jalan Pantaisari, Kota Pekalongan, Rabu, 14 Januari 2026. Lahan yang sebelumnya berupa rawa dan tidak produktif kini berhasil disulap menjadi kebun jagung organik oleh warga setempat. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa lahan terbengkalai dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Petani jagung, Abu Ayash, menjelaskan bahwa budi daya dilakukan dengan metode organik tanpa menggunakan bahan kimia. Seluruh limbah tanaman dimanfaatkan kembali, mulai dari gulma yang dijadikan kompos, daun sebagai pupuk, hingga batang jagung yang diolah menjadi arang media tanam. Cara ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menekan biaya produksi.
Dari lahan seluas sekitar 700 meter persegi, jagung ditanam selama kurang lebih tiga setengah bulan dan diperkirakan menghasilkan sekitar 12 ribu tongkol. Selain jagung, lahan tersebut juga ditanami pepaya, cabai, terong, timun, dan pare sebagai bentuk diversifikasi tanaman. Hal ini diharapkan mampu memberikan hasil panen yang lebih beragam dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Abu Ayash menambahkan, panen perdana ini menjadi contoh bahwa lahan tidur dapat diubah menjadi lahan produktif dengan konsep pertanian ramah lingkungan. Hasil panen diharapkan tetap terjangkau oleh masyarakat sekaligus mendukung gaya hidup sehat yang semakin diminati. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4954 |
Hits Hari ini |
: | 3160 |
Pengunjung Online |
: | 1 |