
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, warga Kota Pekalongan mulai melirik cara baru memenuhi kebutuhan pangan. Lahan-lahan tidur kini dimanfaatkan menjadi kebun dengan sistem pertanian organik. sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi kemandirian pangan masyarakat kota.
Konsep pertanian organik memungkinkan warga, menghasilkan pangan sehat tanpa pupuk dan pestisida kimia. Selain lebih ramah lingkungan, pola ini juga menjawab meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat.
Salah satu pelaku pertanian organik jagung di Panjang Baru, Abu Ayash mengungkapkan, pertanian organik bukan sekadar teknik bertani. tetapi cara menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Menurut Abu Ayash, hasil pertanian organik cenderung lebih tahan lama, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang kini mengutamakan keamanan serta kualitas pangan.
Meski sebagian hasil panen terkadang dimakan hama, hal tersebut dianggap bagian dari keseimbangan ekosistem yang tetap harus dijaga. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi warga kota untuk berperan ganda. tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga produsen pangan sehat dengan biaya terjangkau.
Di tengah tantangan ketahanan pangan dan keterbatasan ruang, pertanian organik dinilai menjadi opsi realistis menuju sistem pangan perkotaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4961 |
Hits Hari ini |
: | 1129 |
Pengunjung Online |
: | 1 |