
Situasi banjir di Kota Pekalongan memasuki fase kritis, genangan meluas, tanggul jebol, dan ribuan warga harus meninggalkan rumahnya. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan mengaktifkan statusTanggap Darurat Bencana Banjir sejak Sabtu malam.
Penetapan status darurat ini menandai penguatan komando penanganan krisis, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menjelaskan, langkah ini membuka ruang percepatan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga. terutama untuk menjamin kebutuhan dasar para pengungsi.
Kondisi banjir diperburuk oleh jebolnya tanggul Kali Bremi dan kawasan Tirto. Akibatnya, sistem pompanisasi belum dapat beroperasi optimal. Sejumlah fasilitas vital kota bahkan terancam terendam, termasuk trafo rumah pompa yang berisiko mengganggu pengendalian banjir. Data sementara mencatat, jumlah pengungsi mencapai sekitar 2400 orang, dan masih terus bertambah seiring naiknya debit air di sejumlah wilayah.
Pemkot Pekalongan bersama BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta relawan terus memaksimalkan dapur umum dan distribusi bantuan logistik. Di sisi lain, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga dilakukan, termasuk pembahasan opsi modifikasi cuaca untuk menekan curah hujan.
Di tengah masa tanggap darurat ini, Wali Kota Aaf mengimbau masyarakat tetap waspada, mematuhi arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama banjir belum sepenuhnya surut., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 2103 |
Pengunjung Online |
: | 1 |